News Categories

Mengenai Saya

Kamis, 02 September 2010

Novel : First Love Forever Love - Cinta Pertama Abadi Selamanya

First Love Forever Love
Cinta Pertama Abadi Selamanya

Penulis : Shu Yi
Penterjenah : Pangseti Bernardus
Tanggal Terbit : Maret- 2010
Jumlah Halaman : 545
Kategori : Romance

Sinopsis


"Pernah ada seseorang yang mencintaiku dengan segenap jiwanya..."

Terjual 80 juta eksemplar di China!

Jika saat itu aku punya keberanian, cinta kita pasti tak akan berakhir seperti ini. Jika saat itu kamu gigih, kisah kita pasti tak akan menjadi begini.

Cinta pertama telah menorehkan luka di hatiku. Menyisakan malam-malam penuh derai air mata, mengingatkanku selalu kepadamu, pada cinta kita ?
Kita sering tak mengerti apakah yang dinamakan cinta. Dulu aku selalu berpikir cinta bisa melampaui segalanya. Saat itu aku tak tahu bahwa ternyata ada kekuatan lain yang disebut takdir ? Kita tak bisa melakukan apa pun untuk mengubahnya dan hanya bisa menerimanya.

Novel indah yang berkisah tentang kenangan cinta pertama yang sangat romantis ini dipersembahkan kepada mereka yang meyakini kekuatan cinta.
--------------------------------------------------------------------------------------------

Guys, Sungguh tragis dan mengharu-biru kisah para tokoh dalam novel ini. Novel cantik dan indah, berisi memori indah cinta pertama yang tak akan pernah dilupa selamanya. Gue sendiri awal baca ga terlalu ngerti banget. Terkesan sedikit rumit karna waktu itu gue baca pas waktu gue masih SMP. Makin lama gue baca makin gue terhanyut dan terbawa sama alur ceritanya. Gue sampe ngebet banget ngabisin baca itu buku dalam waktu sesingkat singkatnya. Abis penasaran banget. Dan ternyata gue bener bener nangis sesegukan. Penggalan kalimat berikut bener bener nusuk hati gue banget. Bikin nyesek dada, "Perempuanku, kudoakan kau bahagia seumur hidupmu" -- Sun Jiayu.

Berbeda dengan novel novel romantis yang pernah gue baca. Ini bener bener unik banget. POKOKNYA MESTI BACA !!! Mei mei dan Sun Jiayu adalah tipe orang yang sama sama keras kepala.

Kisah cinta mereka berdua dibumbui dengan perkelahian antar geng, mafia, rasa cemburu dan amarah. Mereka berdua menjalani hubungan dengan mengalir, apa adanya. Satu sama lain saling mencintai dan menunjukkan cintanya dengan cara yang unik, yang jarang dilakukan oleh orang banyak. "Aku tidak pernah tahu seperti apa masa lalunya dan tidak pernah bisa menggenggam masa depannya. Tetapi pada saat ini, aku tahu dengan jelas dan pasti bahwa aku mencintai lelaki ini. Tak perduli apa pun yang telah ia lakukan dulu" Ungkapan hati Mei untuk Sun Jiayu.

Sun Jiayu merupakan “ lelaki pertama” bagi Mei. Mei memang selama ini dikenal sebagai seorang gadis yang lugu. Sementara Sun Jiayu terlanjur mendapat cap playboy. Walau belakangan baru menyadari jika ia merupakan lelaki pertama bagi Mei, Sun Jiayu tidak menunjukkan perasaan romatisnya hingga sempat membuat Mei marah dan melemparkan uang ke wajahnya.

Namum bagaimana juga, Mei adalah seorang wanita yang mencintai seorang pria. Saat Sun Jiayu berada dalam kesulitan, segala upaya dilakukan oleh Mei untuk membantunya. Wanita yang jatuh cinta mampu melakukan segalanya guna menyelamatkan sang kekasih. Mei melakukannya dengan segenap jiwa raganya, hingga tanpa sadar malah menyinggung harga diri Sun Jiayu. Niatnya menolong malah membuat lelaki yang paling dicintainya tidak memiliki muka untuk menemuinya lagi.

Sun Jiayu, dengan segala kekonyolan dan kebiasaan mengomelnya menjaga Mei melebihi jiwanya. Ia rela membuat dirinya ditangkap polisi agar Mei tidak terkena sasaran peluru dan mereka yang ingin membunuhnya. Ia mengirimi Mei uang untuk bersekolah musik sesuai keinginannya walau uang itu akhirnya dibakar Mei. Ia menjauhi Mei demi keselamatan diri Mei. Ia selalu menyimpan Alkitab kiriman Mei dengan foto Mei tersembunyi didalamnya.


Dulu, pernah ada seseorang yang mencintaiku begitu lekat. Seluruh jiwa dan raganya diberikan hanya untukku. Akan tetapi, tembok penghalang yang bernama keberanian tak cukup muncul dalam diriku. Keberanian yang seharusnya sudah aku lakukan sejak dahulu, pastinya tak akan mendatangkan bencana cinta seperti sekarang ini. Kegigihan aku untuk meraih cinta memang belum cukup.

Aku masih begitu percaya pada cinta pertama. Begitu indah untuk dikenangkan. Meski, cinta pertama itu telah menggurat luka di hatiku. Malam menjelang, hanya uraian air mata yang mengalir membasahi ujung pelupuk mataku.

Antara kau dan aku, masih selalu bertanya, sebenarnya apa itu cinta? Mengapa dinamakan cinta?

Ketika cinta bersemi di antara kita, sempat terbetik bahwa ini adalah cinta kita. Tapi, malang tak dapat diraih, untung tak bisa ditolak, takdir berkata lain. Andai bisa diubah seusai harapan kita, justru aku tak ingin keadaannya jadi seperti ini.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut

Buku Tamu - Guest Book